Mari Rayakan Fitri Kembali Bersama PGN

Menyambut Idul Fitri, mari kita rayakan kembali kemenangan setelah sebulan penuh melawan hawa nafsu dan merasakan penderitaan mereka yang masih serba kekurangan. Karena itulah muslim dituntut untuk merayakan hari istimewa ini dengan penuh kesederhanaan dan kepedulian.

PGN sendiri sebagai BUMN yang telah setia melayani rakyat Indonesia selama puluhan tahun. Acara yang bertemakan Tetap Sehat Saat Ramadhan dengan Mobil Sehat PGN bersama Rumah Zakat ini memberikan layanan pengobatan bagi masyarakat Gresik. Acara ini merupakan salah satu contoh kegiatan yang di lakukan PGN selama bulan puasa. Kegiatan Tetap Sehat Saat Ramadhan dengan Mobil Sehat PGN bersama Rumah Zakat tercatat telah di lakukan PGN di tahun 2011 silam. Tak ada salahnya mengulangi kembali suatu kegiatan yang telah terbukti membawa manfaat, bukan?\

Acara bernama Tetap Sehat Saat Ramadhan dengan Mobil Sehat PGN bersama Rumah Zakat di sambut Antusiasme masyarakat cukup tinggi terlihat dari antrian pasien yang membludak walaupun kegiatan ini digulirkan di bulan Ramadhan. kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dengan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Layanan kesehatan yang diberikan di antaranya, pengobatan umum, pemeriksaan gigi, pemeriksaan ibu hamil dan balita.

Semoga kita bisa meraih kemenangan dengan cara yang fitri dan bisa menghidupkan kembali rasa peduli, aman, dan nyaman bersosialisasi sesama umat manusia, mengejawantahkan makan sebenarnya dari Ramadhan

Sumber: Blog Arbib

Berantas Korupsi dan Calo, Hendi Prio Santoso Terapkan Kode Etik di Perusahaan Gas Negara

Komitmen memerangi korupsi dan calo Hendi Prio Santoso, Dirut PGN, tidak diragukan lagi. Dalam upaya melakukan ini, resepnya adalah menerapkan Good Corporate Governance dan Kode Etik di dalam bisnis.

PGN telah menyusun kode etik karyawan yang diterbitkan sebagai “Kode Etik Karyawan” dan “Kode Etik Pimpinan”, kata Hendi Prio Santoso dengan penuh keyakinan. “Hal ini dengan memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, calo, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain. Melalui kode etik ini pula,” terang pria tegap ini.

“Kode Etik memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain. Melalui kode etik ini pula, calo gas tidak dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan PGN,” tuturnya.

Semoga bisa berhasil memberantas calo dan korupsi, Hendi Prio Santoso!

Di Masa Kepemimpinan HBA Edi Purwanto nanti, Samisake Digandakan jadi Rp 2 Miliar

Pasangan Cagub Cawagub Jambi, Hasan Basri Agus dan Edi Purwanto memiliki cara berkampanye yang unik. Setelah sukses sebagai incumbent dengan program Samisake 1 Miliar 1 Kecamatan, kini mereka kini menjanjikan akan menggandakan bantuan tersebut menjadi Rp 2 Miliar. Hal ini terungkap saat pasangan ini memberikan orasi politiknya pada deklarasi di lapangan season square thehok Jambi. Hasan Basri Agus yang orasinya didampingi Edi Purwanto juga menjanjikan akan membuat program baru jika dia terpilih, Jalan Lingkar Luar dan Jembatan Batanghari 3, selain itu juga akan membangun pembangunan rel kereta api sebagai program nasional yang ada di Jambi dengan konektivitas Pelabuhan Ujung Jabung.

Dan insyaAllah kita juga akan menambah bantuan dari satu milyar menjadi dua milyar perkecamatan, Selain itu, kita akan berupaya untuk mempercepat penyelesaian dan pembangunan Jambi Bisnis Center, serta akan melanjutkanPelabuhan Samudera Ujung Jabung sudah berjalan.” Janjinya.

Deklarasi pasangan ini dihadiri oleh tokoh partai politik yakni Jafar Hapsah, Ruhut Sitompul dan Qomar dari partai Demokrat, Lamhot Sinaga dari Golkar, Adreas Hugo Pareira serta Marwah Daud dari partai Gerindra. Selain itu juga tampak ketua partai pengusung pasangan bakal calon. HBA – Edi Purwanto sebenarnya lebih berhak mengklaim sebagai pasangan muda karena dari total umur kedua pasangan, pasangan ini berselisih umur lebih muda setahun.

Ramadhan, Maxi Gunawan: Kadin Perlu Cermati Gejolak Harga

Pedagang dan pengusaha, terutama yang bergabung di Kadin, diminta tidak mengail di air keruh dengan menahan atau menimbun barang di tengah situasi harga yang melonjak selama Ramadhan ini. Hal ini diungkapkan calon kuat Ketua Umum Kadin Indonesia, Maxi Gunawan.

“Praktik seperti itu akan semakin menyengsarakan masyarakat kecil yang sedang menghadapi Ramadan seiring dengan meningkatnya berbagai kebutuhan sehari-hari,” kata Maxi Gunawan yang juga Ketua Komite Tetap Hubungan Kerja Sama Lembaga Internasional Kadin Indonesia.

Menurut Maxi, pedagang dan pengusaha memiliki etika berdagang yang harus tetap dijunjung tinggi. “Jangan sampai pedagang dan pengusaha ikut nimbrung menciptakan instabilitas harga di pasar dengan cara menahan atau menimbun barang hanya karena ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya di tengah gejolak harga. Ini yang membuat tidak nyaman masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa,” katanya mengingatkan.

Sebaiknya, kata dia, Kadin juga melakukan blusukan ke pasar-pasar untuk mengecek harga dan menelusuri sumber terputusnya pasokan barang ke pasar. Menurut dia, para pengusaha perlu membantu pemerintah menciptakan stabilitas harga di pasar. Sebab pengusaha pun adalah mitra pemerintah.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/mipagi/read/12748/Kadin-Perlu-Cermati-Gejolak-Harga/2015/06/23

Maxi Gunawan: Sudah Saatnya Indonesia Perhatikan Pembangunan Daerah Tertinggal

dikti

Foto ilustrasi: phbd.dikti.go.id

Menarik memperhatikan bahwa pemerintah kini mulai berusaha memperhatikan daerah-daerah tertinggal di Indonesia. Contohnya saja bisa diperhatikan dari pernyataan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) Marwan Jafar yang mengatakan bahwa pengentasan kemiskinan saat ini memasuki periode krusial karena menghadapi sasaran dimana penduduk miskin banyak yang berada di daerah tertinggal dan terpencil.

“Harus kita lakukan terobosan dengan menggenjot pembangunan di daerah tertinggal yang menjadi kantong-kantong kemiskinan” ujar Marwan dalam keterangannya di Jakarta, Senin 8 Juni 2015.

“Untuk bisa mengolah potensi yang ada menjadi usaha kreatif, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, karena itu kita support dengan program pelatihan, pendampingan, bantuan modal dan peralatan, juga pemasaran, harapan kita makin banyak masyarakat yang bekerja dan berusaha, meningkat produktifitasnya, meningkat pula penghasilan dan kesejahteraannya, sehingga makin berkurang angka pengangguran dan kemiskinan di daerah tertinggal,” tambahnya lagi.

Pernyataan ini sejalan dengan pandangan Ketua Komite Tetap Hubungan Kerjasama Lembaga Internasional Kadin Indonesia, Maxi Gunawan, yang saat ini juga menjadi salah satu calon kuat Ketua Umum Kadin 2015-2019, dalam press releasenya sehubungan pelaksanaan Indonesia Green Infrastructure Summit 2015.

Menurutnya, Kadin perlu mendorong pemerintah untuk mereformasi politik anggaran dengan mengalihkan anggaran infrastruktur untuk daerah yang sudah maju ke daerah-daerah tertinggal dengan melibatkan kerja sama kemitraan strategis dengan pihak swsata, sehingga terjadi pemerataan dan nilai tambah ekonomi di daerah-daerah tertinggal. Pengusaha lokal dan daerah juga perlu dilibatkan dalam pembangunan proyek infrastruktur.

Sebab menurutnya selama ini pemerintah pusat hanya mengandalkan kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) tanpa melibatkan pengusaha lokal. Padahal pengusaha lokal lebih mengetahui proses pengadaan lahan, perizinan daerah dan masalah lingkungan dan sosial. Sehingga akan lebih besar manfaatnya jika ketiga elemen ini bergerak bersama-sama.

Tidak hanya dalam pembangunan fisik, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan juga mulai menginisiasi program Guru Garis Depan dengan memberangkatkan Guru Garis Depan sebanyak 798 orang ke daerah terpencil.  Seremonial pengiriman ratusan guru itu, dihelat di Istana Merdeka yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Rakyat Indonesia itu semuanya ramah, enggak usah ada rasa khawatir,” ujar Jokowi, Senin pada tanggall 25 Mei 2015.

Mendikbud Anis Baswedan mengatakan, GGD merupakan langkah nyata pemerintah untuk menyediakan guru-guru terbaik di daerah yang paling dibutuhkan di Indonesia. “Khususnya daerah terdepan, terluar, dan tertinggal,” ujar Anies.

Indonesia: Unity in Diversity (Pulau)

Sudah dengar berita kalau Pulau Jemur dicatat sebagai tujuan pariwisata negara bagian Selangor? Mari kita perangi pelupaan kekayaan Indonesia. Caranya mudah:

Lanjutkan membaca ‘Indonesia: Unity in Diversity (Pulau)’

Indonesia: Unity in Diversity (Tari)

Sudah dengar berita Tari Pendet dipakai oleh Malaysia untuk iklan pariwisatanya? OK, kita buat permainan yang seru untuk memerangi pelupaan budaya. Caranya mudah:

Lanjutkan membaca ‘Indonesia: Unity in Diversity (Tari)’


Merchandise!

100% Indonesia!

Join our Facebook Campaign!

Follow Us on Twitter!

Thank You for Visiting!

  • 4,575 page views